Oct 19 2008
Surabaya, I’m Going Home!
Seminggu kemarin, aku mendapat tugas dari kantor ke Surabaya. Pulang kampung nih ceritanya, bertepatan dengan momen Lebaran dan pernikahan salah satu teman dekat. Momen yang benar2 pas: pas mau mudik, pas dapet kerjaan pula. Jadi deh ceritanya acara mudik dibayarin kantor ![]()
Ada dua hal yang ingin kubagi di sini. Pertama acara mudik itu sendiri. Bagiku terus terang, tidak terlalu spesial buat aku. Kenapa begitu? Begini ..
Sudah sekian lama aku tinggal di Surabaya, sampai pernah aku berpikir bakal menghabiskan hidupku selamanya di kota tsb. Bosan! Dulu aku selalu membayangkan, bagaimana rasanya tinggal di kota lain, bahkan di negara lain. Dan ketika kesempatan itu datang, tentunya aku senang. Namun kesenangan tsb ternyata tidak bertahan lama.
Kesempatan pertama datang ketika aku diterima kuliah di Malang. Kota dengan udara yang sejuk, lingkungan yg enak untuk ditempati. Ngga heran, banyak mahasiswa yg berasal dari kota2 lain spt Jakarta yg jauh2 kuliah di sini, hanya karena kemiripan suasananya dengan Bandung (dan memang enak banget rasanya dulu tinggal di Malang). Namun sayangnya sebuah ‘kecelakaan’ terjadi, herannya bahkan berulang sampai dua kali. Karena kecemasan orang tua terhadap diriku, akhirnya aku diminta pulang. Tahun berikutnya aku harus mengucapkan, “Selamat tinggal, Malang” dan balik ke Surabaya.
Kesempatan kedua adalah ketika aku diterima kerja di sebuah perusahaan eksplorasi minyak internasional. Kali ini aku pindah ke Duri, Pekanbaru. Bekerja di perusahaan asing, adalah impianku waktu itu. Kesempatan untuk bekerja dengan orang berbeda latar belakang bangsa, kesempatan untuk training ke luar negeri dan .. apalagi kalo bukan iming2 gaji gede. Namun lagi2 aku harus rela mengubur semua impian tsb dan kembali ke Surabaya.
Beberapa orang mengatakan .. “Orang tua-mu kayaknya agak nggak rela, jauh dari anak kesayangannya.”
Yah, maklum .. aku memang anak laki satu2nya di keluarga. Mungkin juga orang tua-ku terlalu kawatir akan keselamatanku, terutama saat aku jauh dari mereka. Namun aku ngga terlalu percaya dengan faktor2 “X” ..seperti yang dikatakan orang.
Dan kini kesempatan itu sekali lagi datang. Jakarta. Kali ini nampaknya .. kelihatannya tidak ada ‘faktor’ penahan. Kecuali kenyataan bahwa aku sudah menikah, dan sempat sebelumnya menjalani kehidupan yang cukup mapan. Kini aku harus memulai ‘hidup baru’. Bukan hal yang mudah, apalagi bagi orang yang sudah berkeluarga.
Kadang aku suka berpikiran jelek .. kalau Tuhan suka membuat lelucon, maka kehidupanku adalah salah satu lelucon yang buruk. Kalau sudah begitu, aku cepat2 minta maaf kepada-Nya dan merubah pikiranku. Sebab, seperti yang disabdakan-Nya “Aku seperti apa yang hamba-ku kira” .. kalo kita berpikiran positif bahwa Tuhan menyayangi kita maka kasih sayang-Nya lah yang kita dapatkan. Klop, dengan prinsip dasar Law of Attraction: “You got what you perceived.”
So, all I can do now is living my life with all the things that might happen. Sambil tidak lupa untuk tetap berpegang pada impian2ku.
Lalu, apa hubungannya dengan mudik dan apa yang kurasakan tidak terlalu spesial? Bagiku, mudik selalu membuatku merasa — walau untuk sesaat — seperti ditarik menjauh dari impian2ku. Oleh karenanya aku tidak mau berlama2 terlena dalam ‘mabuk’ yang menidurkanku di kampung halaman.
Cerita yang berikutnya, adalah pekerjaan. Apa yang kulakukan di Surabaya, juga bukan hal yang spesial. Pekerjaan yang guampang bangettt .. sangking gampangnya kerjaanku itu, kadang aku mikir: “Apa ngga rugi perusahaan ngabisin duit jutaan buat ngirim aku ke Surabaya?” Yah, namanya pikiran iseng, selalu saja ada hal2 ‘nakal’ dan ga penting yang mampir di otakku. Namun meski mudah tanggung jawab-nya lumayan besar. Jadi, aku tetap berusaha fokus ketika bekerja.
Satu ketidaksengajaan yang cukup berksan adalah pertemuan dengan seorang teman kuliah dulu. Aku memang sudah lama tahu dia kerja di sana, namun karena lama kita tidak ber-kontak2 .. jadinya aku tidak berharap sebelumnya bakal ketemuan. Seneng juga rasanya, bisa ngobrol2 walau sebentar .. sekedar nostalgia, sambil berbagi cerita sedikit2 tentang hidup setelah lulus kuliah (apaan sih? padahal temen-ku ini cowo, dan aku juga bukan hombreng
)
***
Yah, apa yang bisa kukatakan? Liburan yang cukup menyenangkan, atau kunjungan kerja yang lumayan berkesan? Buatku, kedatanganku, pulang kampung atau mudik ke Surabaya .. merupakan lembaran cerita tersendiri dalam hidup. Meskipun tidak terlalu spesial, tapi apakah kamu tahu arti sebenarnya untukku?
