Archive for July, 2008

Jul 27 2008

Profile Image of taufancahyadi
taufancahyadi

Akhirnya Datang Juga

Filed under Uncategorized

Eh, judul di atas bukan berarti judul program di Trans-TV looh. Yah, numpang nama aja deh.. kayaknya lumayan kalo dibaca orang :)

Semenjak aku gabung di perusahaan baru, tempat aku skrg bekerja, aku merasa eneegg banget. Bukannya apa, jadwal kerjaku sudah fully booked ke sebuah project .. namun kenyataannya tidak banyak yang kukerjakan di project tsb. Praktis aku jadi nganggur. Herannya kok mereka berani bayar mahal yah, untuk seorang engineer pengangguran yang kerjanya cuman browsing, chatting, blogging :)

Halah, biarin aja, toh itu juga uang mereka. Untungnya di sela2 nganggurku, kantor masih sering ngasih training, seperti yang minggu kemarin (July 21-24, 2008) aku ikutin. Training pinlan (pindah lantai), kata temenku. Maklum dia baru balik dari Finland, jadi suka guayyaa kalo ditanya soal training :)

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Penantianku berakhir dengan diresmikannya statusku, join ke project lain yang memang lagi padat kerjaan. And as soon as I join this group, I’ve got a lot of things to learn while working. Namanya juga engineer, lebih enak kalo disuruh belajar hal yang bisa langsung dipraktekkan. Soalnya kalo kelamaan baca, malah banyak yg lupa.. jadinya malah ngantuk ato balik lagi ke aktifitas dunia maya :)

Gosipnya yang lebih seru.. project yg baru ini bakal memindahkan daku ke kampung halaman: Surabaya! Wah, mudah2an ga sekedar gosip, mudah2an aku jadi pulkam deh.

Woi, konco2 arek Suroboyo,.. sampe ketemu yoo! Hopefully!

2 responses so far

Jul 16 2008

Profile Image of taufancahyadi
taufancahyadi

Susahnya cari kerja

Filed under Uncategorized

Jaman sekarang, cari kerja adalah perkara yang gampang2 susah. Gampang, buat mereka yang bernasib baik. Susah buat mereka yang sudah mencoba berbagai cara, tapi tidak juga membuahkan hasil.

Sebenarnya kalo mau bicara tentang "nasib baik" itu sendiri, bisa jadi panjang. Bisa2 saya bikin satu tulisan tersendiri. Intinya sih, kita tidak bisa hanya menyerahkan nasib baik kita kepada Tuhan, tanpa kita sendiri berusaha sebaik mungkin.

Salah satu yang bikin susah, adalah hal semacam ini. Apa yang ditulis di situ tentang rekruitasi dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang stock-trading, yang mencatut nama perusahaan lain (yang bisa jadi fiktif). Beberapa orang berpendapat, apa yang dilakukan perusahaan tersebut adalah penipuan, karena "janji" yang disebutkan dalam iklan lowongan bisa tidak sama dengan kenyataan (misal dijanjikan posisi management-trainee, tapi kemudian dipindah ke marketing). Beberapa yang lain berpendapat, seharusnya calon karyawan mampu menilai, apakah pekerjaan yang ditawarkan sudah sesuai dengan kemampuan dia.

Pengaruh yang dirasakan juga bermacam2. Buat calon pegawai, mereka merasa khawatir jangan2 setiap kali dipanggil tes kerja akan berujung hal yg sama dgn di atas. Buat perusahaan yang sama bidangnya (stock-trading), imbasnya adalah kesan negatif yang mulai timbul dari masyarakat tentang perusahaan sejenis — apakah bisa dipercaya atau tidak. Misal, seseorang yang akan berinvestasi di saham, tentunya pengalaman pahit karena ketidakbecusan perusahaan stock-broker dalam mengelola dana mereka, akan terulang menjadi semacam paranoia terhadap perusahaan stock-broker lain, yang sebenarnya punya kredibilitas bagus. Yah, meskipun seorang investor harus selalu ingat hukum utama investasi: high risk, high gain — tetapi "risk" itu sendiri harus mampu dikelola dengan baik oleh perusahaan stock-broker sebagai pemegang amanat dari klien (nvestor).

Kasus di atas, hanyalah satu contoh dari praktek penipuan lain yang banyak terjadi, dengan modus yang berbeda. Contoh lain yang dialami oleh kerabat saya: ketika dia mengikuti tes seleksi sebuah perusahaan, dia diminta biaya tertentu untuk administrasi, tes psikologi, dll. Bahkan yang lucunya, sempat ditawari pekerjaan — dengan kondisi langsung bekerja minggu depannya — tapi dia harus mengikuti semacam training internal untuk meningkatkan skill-nya. Biayanya ga murah lho (500 ribuan) dan harus dibayar di muka, alias tidak bisa pake sistem potong gaji.

Lalu dimanakah perlindungan buat mereka — para pencari kerja?

Makanya saya sarankan, kalo ada panggilan kerja atau lowongan — selidiki dulu profil perusahaan yang memanggil anda. Mulai dari alamat, lokasi kerja, perusahaan atau orang yang menjadi kustomer mereka, prestasi yang pernah diraih, dll. Cari info sebanyak2nya, terutama dari internet.

Kalau misal anda sudah terlanjur "tercebur" di perusahaan yang menurut anda "ngga bener".. cobalah untuk mencari hal2 positif yang bisa didapatkan. Contohnya, kembali ke kasus di atas, si pegawai akhirnya bisa belajar hal2 seputar stock-trading yang mungkin baru buat dia. Siapa tahu ilmu tersebut bermanfaat, untuk bekerja di perusahaan lain?

Buat para pencari kerja.. bersabarlah! Teruslah berusaha, karena "pintu" itu akan terbuka buat anda yang mau terus berusaha.

No responses yet