Jun 02 2008
Aksi kekerasan FPI di Monas: preman yang terprovokasi!
Semalam, nonton acara di TV tentang tindak kekerasan FPI (Front Pembela Islam) di Monas.
"Walah2, FPI kok sukanya kekerasan. Katanya Islam, lha kok maen ‘tabok’ aja?" kata istriku.
"Tunggu dulu, dik. FPI itu ibarat macan lagi tidur, kalo ngga diganggu ngga akan bangun", sergahku.
Tapi jengah juga setiap hari menonton acara di TV, isinya hanya demo2, tawuran, sampe yg paling heboh aksi FPI yg menyerang kubu AKKBB saat berdemo di Monas.
"Tuh kan, bener.. katanya FPI di provokasi, katanya ada suara tembakan", kataku setelah mengikuti lebih lanjut isi berita.
"Tapi, mas.. lihat sendiri tuh, yg ikut demo AKKBB tuh isinya wanita dan orang tua. Masa sih ada yg bawa2 senjata segala?" timpal diajeng.
Iya, yah. Bener juga kata istriku. Tapi kalo begitu yg benar yang mana? Yang satu teriak diprovokasi, yang satu teriak bohong (tidak ada provokasi).
Atau jangan2, ada upaya pengalihan — supaya perhatian masyarakat tidak terfokus soal kenaikan BBM.
Jadi keinget nih, dulu tahun 2005 waktu BBM naik (premium 2400 jadi 4500), langsung muncul kasus Ambalat. Apakah kasus FPI ini hal yg setali-tiga-uang dengan kejadian di 2005?
No responses yet