Archive for December, 2007

Dec 26 2007

Profile Image of taufancahyadi
taufancahyadi

4567 Unread Messages

Filed under Uncategorized

4567_1

Penting ngga sih.. "4567 Unread Message"? Gw yakin elo semua bilang TIDAAAKK!!

Sampe pake tanda seru segala..

Secara gw, bukan orang yg ngejer yg namanya angka cantik, or hoki. Pun bukan org yg percaya such a superstitious like .. something special will happen today.

Gw cuman pengen ‘mengabadikan’ such a coincidence (sumpe deh.. ini murni coincidence, bukan karna gw berusaha ngepasin jumlah email yg uda dibaca or not). Life is special, and everytime,  every  single  second.. many special things are coming to you. And it depends whether you can capture the beauty of each of them

So back to the topic, is it PENTING or NOT? Gw bilang ini penting, coz its just one of the special things coming on to me for today and on..

2 responses so far

Dec 12 2007

Profile Image of taufancahyadi
taufancahyadi

The Butterfly Effect

Filed under Uncategorized

Entah darimana tiba2 di kepala terngiang kata2: The Butterfly Effect. Hari ini saya luangkan waktu untuk browsing artikel di internet. Hasilnya cukup luar biasa. Teori ini dikemukakan pertama kali oleh meteorologis bernama Edward Lorenz (1963)

“Does the flap of butterfly’s wing in Brazil, set off the Tornado in Texas?”.

Apakah (bisa) kepakan sayap kupu2 di Brazil, menimbulkan tornado di Texas?

How could this be possible?

Cerita dikit2 ah.. tentang sains, gapapa kan? Biar kita semua ngerti landasan ilmiah dari teori yang cukup menarik ini.

Suatu hari di tahun 1960, Pak Lorenz ngerjain tugasnya, membuat ramalan cuaca. Dalam pekerjaannya itu beliau menggunakan komputer, berisi program yang memiliki 12 persamaan untuk membentuk model matematis prakiraan cuaca. Kemudian tahun 1961, dia menggunakan komputernya untuk keperluan yang sama. Karena untuk menjalankan program ini butuh waktu lama, dan Pak Lorenz ga mau capek2 nunggu, dia mengerjakan proses itu dari tengah2. Data2nya diambil dari kerjaanya yang lama, yang waktu itu menunjukkan angka 0.506. Nah, ini dia kesalahan yang tidak disengaja dibuat oleh beliau. Angka 0.506 itu adalah yang tercetak di kertas, dimana untuk tujuan penghematan kertas, dibatasi sampai 3 digit di belakang koma. Angka sebenarnya adalah 0.506127.. ngga jauh beda kan.

Tapi hasilnya ternyata.. beda jauhhh!!

Hal inilah yang melatarbelakangi teori butterfly effect, dimana perbedaan yang demikian kecilnya laksana kepakan sayap kupu2, ternyata dapat menyebabkan efek tornado yang dahsyat.

“The flapping of a single butterfly’s wing today produces a tiny change in the state of the atmosphere. Over a period of time, what the atmosphere actually does diverges from what it would have done. So, in a month’s time, a tornado that would have devastated the Indonesian coast doesn’t happen. Or maybe one that wasn’t going to happen, does.” (Ian Stewart, Does God Play Dice? The Mathematics of Chaos, pg. 141)

Lebih menarik lagi kalo masalah ini dikaitkan dengan waktu. Terciptalah film2 Holywood, seperti The Butterfly Effect yang dibintangi Ashton Kutcher, yang menceritakan seseorang yang mampu mengulang kembali bagian2 dari kehidupan masa lalunya. Saya sendiri tidak tahu, apabila diberi kesempatan semacam itu apakah akan saya ambil atau tidak. Karena satu hal yang mesti disadari, apapun pilihan yang kita ambil dalam hidup selalu ada konsekuensi yang musti ditanggung, bahkan seandainya hal tersebut bukanlah hal yang kita inginkan.

Saya jadi teringat akan ayat2 Allah dalam Al-Quran yang mengatakan bahwa amalan manusia walaupun sekecil biji zahra tetap akan mendapat balasan yang setimpal di akhirat kelak. Hal ini sejalan dengan teori butterfly effect, bahwa amal sekecil apapun, kalau itu berupa kebaikan insyaAllah akan membawa kebaikan bahkan mungkin pengaruhnya akan menjadi sedemikian besarnya di luar perhitungan kita.

***

No responses yet

Dec 12 2007

Profile Image of taufancahyadi
taufancahyadi

Ombak Kehidupan

Filed under Uncategorized

“Bukanlah lautan yang tenang, melainkan samudra luas dengan ombak yang ganas, yang membuat seseorang menjadi pelaut tangguh”

Pernah dengar ungkapan di atas, ngga? Saya mendapatkannya dari salah satu email yang dikirim ke milis yang saya ikuti. Entah dari siapa email tsb, mungkin orang yang mem-postingnya juga mendapat dari orang lain, kemudian di-forward. Seakan sebuah email itu punya life-cycle, dimana ia akan berputar2 dari satu milis ke milis lain, sampai tiba masanya ia dilupakan dan di-delete, masuk ke trash-box ato delete forever.

Ngga penting deh itu semua. Saya cuman berusaha mengingat2 perjalanan hidup yang demikian beratnya, terlempar oleh ombak satu masuk dalam genggaman ombak lain. Demikianlah hidup. Kalau kita mencoba melawan, sedikit bahkan kecil kemungkinan untuk selamat dari terjangan ombak. Namun kalau kita bisa ikut menghanyutkan diri memanfaatkan dorongan ombak menuju tujuan, hidup ini akan jadi lebih mudah untuk dimengerti.

Sering saya berpikir mengapa jika ada suatu keinginan, bisa jadi keinginan tersebut tidak tercapai. Apakah saya kurang keras berusaha? Kalo harus pontang panting dari satu kota ke kota lain untuk mengejar kesempatan, ditambah dengan cobaan yang diterima sepanjang perjalanan seperti sakit, masih dikatakan kurang.. tidak tahu harus bagaimana lagi.

I have done my best, but maybe that is not good enough.. mungkin juga sih. Mungkin selama ini saya menjalani itu semua dengan rasa berat ato kurang ikhlas. Mungkin beratnya ujian yang saya terima merupakan tempaan jiwa untuk bisa lebih bersabar.. sekaligus persiapan untuk ujian berikutnya yang lebih berat lagi.

Seperti ganasnya ombak yang menerpa kapal, tidak semata membuat kapal tenggelam, tapi sekaligus menguji kemampuan dan kekuatan kapal tersebut menghadapi ombak yang lebih ganas lagi. Ato juga merupakan ujian bagi sang nakhoda untuk pandai2 mengendalikan kapalnya ditengah2 terjangan ombak dan badai.

Semua itu ada  h i k  m  a  h  n  y   a ….

Saya sadar, tidak ada gunanya bersedih menerima kegagalan. Satu2nya kegagalan yang mutlak adalah.. jika saya berhenti berharap, jika saya berhenti mengejar impian dan cita2.. itulah kegagalan yang sebenarnya.

Saya percaya bahwa nasib kehidupan tidak akan berubah, kecuali saya sendiri yang berusaha untuk merubahnya. Kini saatnya untuk bangun, mengevaluasi langkah yang telah saya ambil dan menyelaraskan dengan cita2.

Kini saatnya untuk bangkit, kembali naik keatas kapal.. saatnya menghadapi ombak kehidupan.

No responses yet